Hidup Sekali Hendaknya Bermanfaat

Hidup adalah perjuangan, dimana kita tidak akan terlepas dari masalah yang bermacam-macam. Dari masala-masalah yang kita hadapi hendaknya kita menjadi lebih baik di masa depan. Kita diberikan masalah oleh Allah SWT bukan karena Allah tidak sayang kepada kita, tetapi justru karena Allah sayang kepada kitalah maka Dia berikan kita masalah. Masalah yang Allah berikan bisa berupa cobaan, peringatan, serta balasan bagi kita.

Bagaimana kita bisa membedakan ke tiganya? itu tergantung kepada pribadi kita masing-masing. ketika kita mendapatkan masalah tersebut, kita kembali lihat kebalakang. Apa saja yang telah kita perbuat sehingga masalah ini sampai kepada kita. jika kita melakukan kesalahan, hendaknya masalah tersebut menjadi pelajarang bagi kita untuk tidak melakukannya lagi dan segera bertobat kepada Allah dengan sebenar-benar tobat.

Jika kita mendapatkan masalah, tetapi setelah kita ingat-ingat kita tidak ada melakukan kesalahan, jangan kita berpikir bahwa Allah itu tidak adil. itulah ujian dari Allah, Allah menguji kesabaran kita.

saudaraku,

Hidup di dunia ini hanya sekali, jadikanlah yang sekali itu bermanfaat bagi bangsa dan negara dan dengan itu membuat kita tenang menjalani kehidupan yang lebih nyata, yaitunya Akhirat.

Apa yang telah saudara perbuat untuk agama dan bangsa saudara?

jangan lupa comment-nya ya!

Rasa Sayang

Rasa sayang ini timbul begitu saja, tanpa direncanakan, dan diinginkan. Tetapi akhirnya semua telah melekat dihati masing2. Terkadang saling menyakiti, saling marah, saling benci, saling sayang, saling bermanja, saling menghibur, saling menguatkan, saling membantu, saling menjaga, saling menghormati dan saling mengingatkan. Jika ada yang tertinggal “saling”­-nya, yea tambah saja.

Rasa ini begitu kuat, karena begitu kuatnya seseorang ingin melepaskannya. Ketakutan yang selalu menghantui perasaannya, terkadang membuatku bingung. Dalam menghadapi kebingungan ini terkadang ku marah, tertawa, menangis, dan mengerti.

Yea begitulah hidup ini, tak selamanya kebahagiaan itu menyenangkan, terkadang kebahagiaan itu sangat menakutkan.

Jalani, nikmati, serta di telusuri kebenarannya.

Bertahan, Terus Berharap, dan Jangan Kufur.

Di saat semua angan, impian, dan asa kita kita telah lenyapdan sirna..
Janganlah kita sirna pula, buka pikiran kita dan jangan hilangkan cita-cita kita, tetaplah bertahan dan terus berharap.
Di saat orang tiada lagi dekat kita, semua orang menjauh karena kekurangan kita…
Janganlah kita menghilang pula, intropeksi diri dan ubah apa yang orang lain tidak suka.
Jika kita merasa Iman kita lemah, beribadah malas, keinginan ada tapi karena pengaruh lingkungan kita tidak jadi melakukan keinginan kita..
Itu hal yang biasa dialami oleh manusia, tetapi berhati-hati dengan yang biasa, karena belum tentu yang biasa itu baik.
Segera kita ingat apa yang telah Allah berikan kepada kita, seberapa besar karuniaNya. dan Ingat azab Allah yang sangat pedih.
sadarlah kawan, kita hanya menumpang hidup di dunia ini.
sekaya apapun kita tidak akan sanggup membayar jika Allah meminta Pajak air, tanah, udara, dan apa yang terkandung di dalamnya.

Jadikan Uang Sebagai Kebutuhan Bukan Tuhan

Asalamualaikum wr.wb

Semoga sahabat selalu dalam karunia Allah swt.

hmm. kita telah mengetahui bahwa kita telah banyak menggunakan uang, dan kita telah menjadikan uang sebagai kebutuhan kita sehari-hari. tetapi fenomena yang kita lihat sungguh jauh berbeda, karena kebanyakan orang-orang mati-matian mencari uang tanpa mengenal lelah, seakan-akan uanglah segalanya. mereka mengatakan, ” kalau tidak punya uang huh, mana bisa hidup dizaman kayak begini.”

Tidak sadarkah kita bahwa Allah lah yang menghidup dan mematikan kita, bukan uang!! oleh karena itu marilah kita bangkit dari tidur kita untuk menyadari bahwa uang bukanlah Tuhan.

Change Or Lose

CHAPTER I
INTRODUCTION

A. Background
Given the number of people who experience a drastic change when they lose the spirit or collectively, the number of people experiencing despair, therefore, we discuss Lost Or Change.
The purpose of our titles are what will be done in times of desperation it upon ourselves to change for better or lost in despair?

B. Statement Of Problem
There are some people who crave the power to achieve happiness in the midst of scours powerful waves of life, there are also many young men and women who are seeking their identity.
There are many people who committed suicide because of despair, all of it due to loss of confidence in the human heart. And not only that, not a few people who committed suicide because of lost ideals, even when it is all upon us, that is where we are required to think positive, optimistic undergo a thing, kind thought to Allah, keep the spirit, and not to lose ideals, it is in accordance with the words of Mahatma Gandhi (Indian Motivator):
If you lose the treasure, then you have lost something valuable. If you lose the honor and you have lost something that can not be purchased. But if you lose the ideals, then you really have lost entirely.

C. Purpose
Our goal is to discuss all of us are aware of what to do when we have lost everything we had hoped, and we realize we kalu is a very imperfect beings and given the largest and most beautiful gift from God Almighty, like a mind, spiritual intelligence, strength of mind subconscious which is connected with the universe. How does a person control his or her life and reality is the Self Management.

D. Methodology
This type of research is qualitative research. Kirk and Miller in Moleong (2002:3) states that qualitative research is a particular tradition in social science that fundamentally depends on the observations in humans in the area and berhububgab with these people in the language and terminology.
The exact method for this research is descriptive method. According to Nazir (1988: 63) “descriptive method is a method in researching the status of a human group of an object, a set of conditions, a system of thought or a class of events in the present”. Descriptive research purpose is to create descriptive, painting a picture or a systematic, factual, and accurate information about facts, properties and relationships among the phenomena investigated (Nazir, 1988: 63). In this study will be described what to do when people have lost their ideals and self-confidence.

CHAPTER II
DISCUSSION OF
A. Based on the Opinions People
This opinion we got from some people that we interviewed, either directly or indirectly (via email), and our question is: “What do you do when you lose everything you expect and you aspire”?

1. Nurhasnah, M.sI (Faculty lecturer. Tarbiyah. IAIN Imam Bonjol)
“I’ve never experienced it, so I do not know the answer, but whatever it is, the problem whatever it is, leave it to Allah, cry to God in tahajjud brother. Usually after that we will calm the mind and what will be done so clearly. “
2. Eko Ramadtya dictatorial (a blind, Blogger, Motivator, Writer, Journalist)
“I do not have a vision like brothers and sisters, it happened when I was born in this world, really is a very hard for me to live this life. But because there is a strong resolve and aspiration to the skies I can finally do something like normal human beings. This is one of the most greatest gift that I received from God Almighty apart from my family who are always eager to help me achieve everything I want. “
“Nothing is impossible in this world. Not until you try. Not before you fight. Not before you muster all the existing capabilities. “

B. Based on the book
This opinion we got from various books written by writers throughout the world is reliable.

1. Changed or Lost (the work of the Mahdi Wahid)
In this book, Wahid said, if we want to make real change then the most basic that we should have to realize our desires are the ideals. All the goals and desires will not be achieved without ideals. However, Wahid also put something more than ideals, namely the belief that what will happen tomorrow is much better than what we get today.
Positive words also will affect the other terms and serves as a pointer towards a very admirable. Sound ideals will be strong and be positive words within the culprit, to be able to destroy all the curb and destroy the lives of all ancient traditions. All that will happen in today’s modern era.
Oscar Hammerstein changing the angle of view by saying,
“Perhaps, one of the causes of sadness in today’s modern era is the number of people who are desperate because they can not reach his goal. That’s because the sound ideals are very weak and people are often said his goal very little. “
Always remember the goal is an expectation that taught the Prophet through his saying,

“There is no infectious disease, no divination, but I like the optimism.”

2. Enjoy Your Life (by Dr.. Muhammad al-’Areifi)
The extent of the mistakes made by humans is different. Only, for any such errors can still be treated or repaired. Indeed, sometimes the repair can not fix the 100% damage to a person caused by something wrong. However, at least it has improved many things that damage.
Trouble is, many people are not interested and tried to make amends in doubt due to his ability to make improvements. And sometimes the way we deal with an error itself.

3. Enjoy Your Life 2 (the work of Dr.. Muhammad al-’Areifi)
“As long as you have to live it, enjoy it”.
The sentence was spoken by the author to a young person with diabetes. She was drinking tea without sugar and complained about his condition.
That’s true, just live life. No time to grieve. Go live with the remnants of power.
The Prophet with his companions set out for a battle, they were short of food and feel tired. He was ordered to collect the remaining food supplies. He then unfurled his turban, among them there are who give a date, two dates, a loaf of bread, so that eventually all the supplies gathered in his turban. Then, they eat together and enjoy it. Perhaps they are not satisfied with what they eat, but at least he had eaten something to prop her stomach. Surely goodness that comes from what is available.

4. 12 Step Self-management (the work Aribowo Prijosaksono Marlan Mardianto)
There are many problems faced by humans, it depends how otang are taking a stance in menhadapinya. Our lives will be active or passive, creative or dull, happy or sad, hopeful or living in despair, it all depends on how we direct our attitudes. And introduce more people to read the stories of what works and leave the readings on the criminal because it will affect us.
Understand that the difficulty merupakn part of the perfection of life when coupled with the right attitude will give peace in times of deep disappointment. In little time, while we’re disappointed often our parents say “Do not be discouraged, son, there might be something bigger waiting behind this failure,” and yes: the failure is simply a delayed success, a stepping stone that we have the power larger to achieve a higher level of success, and failure is a very cruel teacher and an enemy of all mankind, but will always be the best teacher.

5. Eliminate Negative Thinking Positive Thinking And Always (Dr. Ibrahim Elfiky)
Negative thoughts it produces a rich something that is not good for us, because in addition to distance ourselves to God, it also distanced us from the ideals and cause psychological problems, health, family and social issues. Negative thoughts are also buried values ​​and threatening our lives kelansungan.
Positive thinking is not always realize what we want, but at least positive thinking is more effective than negative thinking. Eight positive nerpikir testament:
1.1. Calmness and a daily devotional
1.2. Self-development
1.3. The assertion could be justified
1.4. Time positive
1.5. Determining goals
1.6. Conscious perception
1.7. Fully responsible
1.8. Strong decision.
What we are experiencing today is the impact of our minds yesterday. What we will experience tomorrow is the impact of our thoughts at this time. Mind that we are imagining is currently creating our future lives. We think could or could not, both would be correct. When we think can, God willing, we can. But if we think can not, God willing, we will not.
No one can stop the positive mentality to achieve his goal. Vice versa, there will not be nothing in this world that can help people who are mentally negative.
Starting today, let’s leave the negative thoughts, think positive and hold ourselves to Allah, it will make us even more excited in running things.

Apa Semuanya Harus Menjadi Diri Sendiri ?

Assalamualaikm wr.wb

Semoga sobat selalu sehat walafiat, dan semoga sobat selalu dalam lindungan Allah yang Maha Kuasa.

Berdasarkan judul yang telah saya ucapkan tersebut di atas, saya akan mencoba menjelaskan apa semuanya harus menjadi diri sendiri.

Saya rasa tidak semuanya harus menjadi diri sendiri karena apa yang kita lakukan tidak semua baik di mata orang lain.

nah oleh karena itu, marilah kita selalu mengintropeksi diri kita, agar apa yang kita lakukan baik bagi kita dan orang lain.

Problem.Masalah

Life is a struggle, where we will always be haunted by the problem. therefore, we as creatures that are reasonable by the Creator do not easily give up if we get problems.

There is a problem to be solved not to be a problem for us too, because most people dizzy because of the problem. For that let us open our eyes and minds to find where the best solution to our problem. no matter how much trouble there would be a way out.

Well, if we find “dead end” in finding solutions to our problems, let us return to the “creator”. pray and business is so that we can resolve our problems are.
No there is only one way to get to market right?

Positive thinking does not always succeed, but positive thinking is more efficient than the negative thoughts.

Think about it!

Hidup adalah perjuangan, dimana kita akan selalu dihantui oleh masalah. Oleh karena itu, kita sebagai makhluk yang diberi akal oleh sang Pencipta jangan mudah menyerah jika kita mendapatkan masalah.

Masalah ada untuk dipecahkan  bukan untuk menjadi masalah pula bagi kita, karena kebanyakan orang pusing karena masalah. Untuk itu mari kita membuka mata dan pikiran kita untuk mencari solusi mana yang terbaik untuk masalah kita. sebanyak apapun masalah pasti akan ada jalan keluarnya.

Nah, jika kita menemui “jalan buntu” dalam mencari solusi masalah kita, mari kita kembalikan kepada ” sang pencipta”. berdo’a dan usaha lah agar kita bisa menyelesaikan masalah kita tersebut.
tidak hanya ada satu jalan untuk sampai ke pasar kan?

Pemikiran positif tidak selalu berhasil, tapi pemikiran positif lebih efesien dari pada pemikiran Negatif.

Pikirkanlah!

Penyalahgunaan Beasiswa

Assalamualaikum

Sebelum kita membaha tentang penyalahgunaan Beasiswa, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu Beasiswa.

Beasiswa adalah bantuan keuangan yang diberikan kepada siswa/ Mahasiswa berdassarkan prestasi akademis ( bantuan ekonomi, bantuan keuangan), untuk mendukung seseorang layak atau menyebabkan ( hadiah, penghargaan ) sesuatu yang  diberikan untuk kemenangan atau keunggulan dalam kontes atau kompetisi dan juga bagi orang yang kurang mampu tetapi mempunyai keinginan untuk sekolah dan bagi orang yang kurang mampu disegi ekonomi tapi mempunyai kemampuan yang cukup bagus dalam belajar.

sekarang ini telah kita rasakan ataupun telah kita ketahui telah banyak terjadi penyalahgunaan Beasiswa baik itu dilingkungan sekolah maupun universitas. seperti uang beasiswa yang diberikan oleh suatu progaram beasiswa, yang seharusnya digunakan untuk hal-hal yang berbau kepentingan sekolah tetapi di gunakan untuk melengkapi kebutuhan selain keperluan sekolah, seperti membeli handphone, baju ( selain baju sekolah ), bahkan ada yang membeli kendaraan yang sebenarnya masih banyak keperluan lain yang seharusnya di beli.

tentunya ini hendaknya harus diteliti lebih lanjut oleh sang pemberi  beasiswa agar apa yang telah diberikan itu tidak disalahgunakan oleh yang menerima beasiswa tersebut.

hmm.. bagi yang telah melakukan hendaklah berpikiur dua kali bagaimana menggunakan bagaimana yang seharusnya, dan letakkan sesuatu pada tempatnya.

nabi Muhammad berkata :

bismillahirrahmanirrahim

حَدَّثَنَا أَبو نعْيم : حَدَّثَنَا عَبْد الرَّحْمَن بْن الغَسِيلِ، عَنْ حمْزَةَ بْنِ أَبِي أسَيْدٍ ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ : « قَالَ النَّبِيّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ بَدْرٍ حِينَ صَفَفْنَا لقرَيْشٍ وَصَفّوا لَنَا : ” إِذا أَكْثَبوكم فَعَلَيْكمْ بِالنَّبْلِ 

Telah bercerita kepada kami Abu Nu’aim telah bercerita kepada kami ‘Abdur Rahman bin Al-Ghasil dari Hamzah bin Abi Usaid dari bapaknya berkata; Nabi saw bersabda pada saat perang Badar ketika Beliau membariskan kami menghadapi Quraisy: “Jika mereka mendekati kalian maka seranglah dengan anak panah”.

maksudnya :

maka sudah seharusnya bagi para mujahid dan da’i untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya yang sesuai, karena pengertian secara tidak langsung dari hadits diatas bahwasanya Rasulullah memerintahkan sahabat-sahabatnya padaperang badar untuk  tidak memanah hingga musuh mendekat, karena jika para sahabat melepaskan anak panah mereka sedangkan musuh belum masuk dalam jarak bidikan maka perbuatan ini akan menjadi sia-sia karena anak panah tidak akan sampai dan mengenai mereka.

Karena atas pertimbangan itulah Nabi mengisyaratkan dalam perkataannya : “dan seranglah mereka dengan anak panah”. Dan yang dimaksud dengan dekat dalam hadits ini ialah dekat dalam arti telah masuk dalam jarak bidikan sehingga anak panah akan mengenai musuh, dan bukan yang dimaksud dekat dalam hadits ini ialah kedekatan yang sangat rapat sehingga hanya bisa menggunakan pedang.

Penjelasan di atas menjadi dalil bahwasanya penggunaan senjata harus sesuai dengan waktu dan kondisi  yang tepat, dengan tujuan untuk memaksimalkan senjata yang   ada sehingga senjata itu memikili efek penghancuran yang lebih hebat bagi musuh dan tidak terbuang secara sia-sia.

semoga bermanfaat.

wassalam.

Semua karena cinta

Semua karena cinta…

Banyak orang melakukan yang baik karena cinta,

Banyak orang melakukan yang buruk karena cinta,

Bahkan rela mati demi cinta.

Apa itu cinta?

Cinta adalah sebuah rasa yang diberikan oleh Tuhan YME untuk lebih saling mengenal satu sama lain.

Tapi kenapa kebanyakan orang meremehkan cinta?

Karena bagi sebagian orang menganggap dirinya akan bisa mendapatkan banyak cinta, oleh karena itu dia akan mempermainkan cinta seseorang yang mencintainya.

Dan kenapa orang banyak  terlalu berlebihan dengan cinta, bahkan sampai-sampai tidak mau beraktivitas karena cinta?

Jawabanya simple saja, karena dia merasa tidak bisa mendapatkan cinta yang lain, dan beranggapan bahwa yang dicintainya itu jodohnya.

hmm…

Kita tidak boleh meremehkan cinta,, tapi bukan berarti kita harus selalu memikirkan cinta, hanya jika kita mengalami cinta harus berhati-hati dan harus didasari Iman yang kuat tanpa Nafsu yang kuat.

Allah tidak meminta kepada kita untuk memberikan seluruh cinta kita kepadaNya, hanya saja hendaknya cinta kita kepada selainNya tidak melebihi cinta kita kepadaNya.

Pacaran, tidak berguna.

Asalamualaikum..

wahai para sobat q..

apa guna Pacaran?

mari kita tinjau apa itu pacaran..

Pacaran itu hubungan antara dua anak adam yang berlainan jenis  , dimana hubungan itu jarang sekali untuk tidak berduaan!!!

mereka selalu dihantui perasaan yang tidak menentu, seperti selalu teringat kepada yang dijadikan pacar.

Selalu teringat.

Disaat salat, makan, minum, belajar, bermain, disaat apa saja umum nya, selalu teringat kepada sang pacar.

nah kapan kita teringat kepada sang Khalik ?

apa dengan pacar kita dapat meraih apa saja yang kita inginkan..

Allah tidak meminta kita mencintai-Nya dengan seluruh cinta kita..

yang Allah pinta hanya cinta kita kepada selain Allah tidak melebihi cinta kita kepada-Nya.

Jodoh sudah ditangan Allah.

jika kita pacaran hanya untuk mengatakan kepada dunia bahwa kita laku dipasaran cinta lebih baik kita berebut meraih  cinta-Nya.

kebanyakan pacaran membuat manusia sakit hati.. kenapa?

karena jika yang berpacaran itu putus dengan sang kekasihnya, maka timbullah bermacam perasaan, dan perasaan yang paling sering menonjol ialah perasaan sakit hati. nah jika sudah sakit hati maka pikiran pun dipenuhi oleh bisikan syetan laknatullah, dan kemungkinan besar akan membuat kita kufur kepada Allah dengan mengatakan Allah tidak Adil, Allah jahat dan lain sebagainya.

dan tidak sedikit orang yang berpacaran hanya untuk memuaskan nafsunya saja. Nauzubillahi

oleh karena itu marilah kita tinggalakanlah pacaran jika itu akan membuat kita semakin terpuruk dalam buju rayu syetan laknatullah.

Dan bagi yang masih bersekolah, khususnya masih dibiayai oleh orangtua focuslah kepada pelajaran. banggakanlah orangtua kita yang telah bersusah payah membesarkan kita.

Jodoh, maut, rezeki, apa yang terjadi esok, itu semua telah diatur oleh Allah s.w.t…

tulisan ini saya buat untuk orang-orang yang berpacaran.

pikirkanlah sob!!!…

posted by : Ashabussalam.as